Inspirasi dari Sesama^^V

Livia Angela Gunayasa

F24100128

Laskar 30

Inspirasi dari Sesama

Sebenarnya, banyak sekali orang yang berperan dalam hidup saya. Di antaranya adalah ibu saya, paman saya, kakak perempuan saya, dan juga teman- teman saya. Ibu saya adalah seorang yang pandai bergaul, kritis, dan baik hati. Ibu suka menolong sesama, tetapi juga tegas menegur siapa saja yang berbuat tidak pantas/ tidak adil di hadapannya.

Paman saya seorang yang sangat pandai. Beliau tegas pada orang lain, namun beliau sangat memanjakan saya. Ibu saya pernah bercerita bahwa paman saya lulus di kedokteran Unair (Universitas Airlangga Surabaya) dengan predikat A (cumlaude). Beliau memutuskan untuk terjun sebagai dokter hukum di Surabaya. Semasa kecil dulu, saya sering bermain di laboratorium beliau di Unair. Saya masih kecil dan belum mengerti apa- apa. Saya ingat betul saya pernah memegang tengkorak, melihat darah,dan zat- zat kimia berbahaya. Saya juga ingat bahwa paman saya selalu membawa DNA percobaannya di mobilnya. Pernah pada suatu kali, saya mengajak paman saya pergi makan bersama, sementara DNA direndam sampai waktu tertentu di mobil. Mungkin karena keasyikan ngobrol, paman saya lupa untuk segera mengangkat DNA yang beliau rendam tadi. Ternyata DNA yang terendam lebih dari waktunya tadi malah membuah hasil yang selama ini ditunggu- tunggu. Paman saya gembira sekali, akhirnya percobaannya yang gagal terus itu berhasil. Melihat kesungguhan hati paman saya, saya pun ingin sekali meneruskan jejak beliau menjadi dokter forensik. Menurut saya, paman saya sangat keren. Banyak kasus yang beliau tangani dulu, diantaranya kasus Marsinah, dsb. Paman saya sering bekerja hingga larut malam. Selain praktek, beliau juga harus mendampingi mahasiswa, serta melakukan penelitian DNA. Mungkin karena totalitasnya yang berlebihan tetapi tidak disertai menjaga kesehatannya itulah, paman saya meninggal 10 tahun yang lalu di usianya yang ke 50 tahun, tepat sebulan setelah beliau menerima gelar profesornya, karena penyakit liver. Namun dalam hati saya, saya sangat mengagumi beliau, yang selalu mengabdi, yang saya anggap sebagai salah satu ilmuwan sejati.

Kakak perempuan saya berbeda 11 tahun dengan saya. Ia lebih kecil dari saya, tetapi lincah, kuat, dan cerdas. Cicik, begitu panggilan saya padanya, sangat mirip dengan mama, cekatan, ramah, dan sayang sekali pada keluarganya. Sewaktu kecil, mama sangat keras terhadap kakak saya. Namun hal itu membuahkan hasil yang baik. Kakak saya selalu ranking kelas sewaktu sekolah dahulu. Bahkan kakak saya lulus di Universitas Petra Surabaya dengan gelar Aktif Berprestasi. Sekarang kakak saya berada di Australia, bekerja dan sekaligus berjuang untuk menjadi warga negara Australia (PR). Saya sangat sayang dan bangga pada kakak saya.

Teman- teman saya, mungkin tidak dapat saya sebutkan satu persatu. Namun jelas pengaruh dari mereka membuat saya menjadi diri saya yang sekarang ini. Teman- teman saya semasa sma sangat rajin, pintar, disiplin, dan bercita- cita tinggi. Di saat saya merasa jenuh, mereka memberi semangat, candaan,  dan juga kejutan yang tak terlupakan. Kami sering belajar kelompok, dan bermain bersama. Syukur kami semua masing- masing bisa diterima di universitas yang kami harapkan.

Itulah jabaran singkat mengenai orang- orang penting dalam hidup saya, yang menginspirasi saya, sehingga saya menjadi diri saya yang sekarang ini. Untuk menjadi pribadi yang dewasa, bertanggung jawab, dan mandiri, saya memutuskan untuk masuk ke IPB. Semoga ilmu dan pengalaman hidup yang berarti saya dapatkan, dan saya terapkan di kehidupan saya seterusnya.

Comments

Jalan Mencari Universitas Terbaik

Livia Angela Gunayasa

F24100128

Laskar 30

Jalan Mencari Universitas Terbaik

Ketika saya memperoleh tugas ini, sebenarnya, saya bingung apa yang harus saya ceritakan. Sebab bagi saya, saya belum melakukan hal- hal yang berarti, sampai bisa menginspirasi orang lain. Oleh sebab itu, saya akan membagikan suatu pengalaman yang benar- benar saya alami sendiri, yang saya harap mungkin bisa menginspirasi anda, terutama adik- adik kelas yang mungkin pada saat ini, mulai bingung menentukan jurusan mana yang akan dipilih.

Setahun yang lalu, ketika saya duduk di bangku kelas XII. Saya benar- benar dikejutkan oleh beberapa teman saya. Saat itu, pelajaran semester gasal baru saja dimulai, tetapi teman- teman ada yang membawa buku setebal kamus bahasa Indonesia. Ternyata buku- buku tebal itu adalah kumpulan rumus dan soal- soal ujian SNMPTN yang akan diadakan bulan Juni 2010 (3 bulan yang lalu). Teman saya tersebut berniat untuk ikut tes SNMPTN, memilih Universitas Airlangga Surabaya (Unair) jurusan kedokteran. Memang banyak lulusan dari sekolah saya, berhasil diterima di jurusan kedokteran, baik di Unair, dan Universitas Negeri dan Swasta terkemuka lainnya. Sementara saya sendiri, pada waktu itu, masih bingung memutuskan jurusan apa yang hendak saya pilih.

Akhirnya seiring berjalannya waktu, saya memutuskan untuk masuk jurusan teknologi pangan, jurusan yang masih sangat jarang di Indonesia. Dari informasi yang saya dapat baik dari internet, seminar, pameran pendidikan, maupun teman- teman saya, ada 3 Universitas di Indonesia yang memiliki jurusan teknologi pangan tersebut, antara lain Universitas Widya Mandala Surabaya (WM), Universitas Brawijaya Malang (Unibraw), dan Institut Pertanian Bogor (IPB). Saya diterima melalui jalur Prestasi di WM. Saya juga memutuskan untuk ikut SNMPTN, dan memilih IPB sebagai pilihan pertama saya, dan Unibraw sebagai pilihan kedua. Terus terang, saya agak sedikit pesimis, bisa diterima di IPB, sehingga saya memutuskan untuk ikut bimbingan belajar. Saya ingat beberapa bulan yang lalu, ketika teman- teman yang lain sudah santai karena mereka sudah selesai dan lulus ujian dan diterima di universitas swasta. Saya dan beberapa teman saya yang berharap diterima di universitas negeri masih berjuang, belajar setiap hari di bimbingan belajar agar lulus tes masuk PMDK maupun SNMPTN. Akhirnya setelah hampir dua bulan bangun pagi mengikuti bimbingan belajar, tiba saatnya untuk mengikuti ujian SNMPTN. Ujian ini berlangsung selama dua hari berturut- turut. Dan hasilnya akan diumumkan sebulan kemudian. Pada hari pengumuman, saya gembira sekali, sebab saya diterima di IPB yang saya idamkan dan tidak disangka- sangka.

Comments